Jumat, 13 Maret 2009

N E W N I C E S T F R I E N D S

Ehem,.. first of all,.. I want to say sorry to Amel, Ali and Aisha if u cant understand this post. Bcoz i'm a little tired to use 'good' English.. Hehehehe.. Jadi, Rei akan mencoba memakai bahasa Indonesia yang baik n benar deh biar kalian mengerti^^

Nyawn! Teman - teman, tau ga sih, selama ini Rei berpikir kalau IMVU tuh membosankan karena sedikit sekali orang Indonesia yang online (OL) di sana! Kalau Rei OL, siap-siap Google translate deh di salah satu Tab Mozilla Firefox.. Tapi senang banget sih, bisa dapet teman - teman dari banyak negara. Ada yang dari Amerika, Filipina, Dubai, Kuwait dan masih banyak lagi! (sayang belum pernah dapat teman dari Jepang^^)

Nah, sekitar seminggu atau dua minggu yang lalu Rei OL IMVU and masuk ke room yang judulnya 'Bored?Come Here'. Setelah sekian lama sendirian kayak orang o'on di room itu, ada satu cowok yang menghampiri rei. Nicknya Amelislame. Kita saling tanya n tanya, sampai di pertanyaan 'wer r u come from?'. Rei jawab dari Indonesia kan,.. Eh, cowok itu bilang kalau dia dari Indonesia juga (tired deh,.. =.=). Namanya Amel (a little weird name for me^^). Bukan Amel teman Rei yang anak Sosial 1 lho.. (itu cewek, ini cowok. haha). Ya, Amel ini dah dari kecil tinggal di Singapur, makanya ga begitu bisa b.Indo. Bisanya bahasa Melayu n inggris.

Besoknya, Rei OL IMVU lagi, di invite sama Amel. N dikenalin sama temannya Amel, namanya Ali, nicknya MrSmurf40. (Oh my, it's another weird name for me.. Bcoz i have female Schoolmate, Amel. N Amel has BF, he's name is Ali.. a strange coincidence..hahihuheho). Ali orangnya ga kalah baik dari Amel.. Wew, he's so understanding^^kita bertiga cepet banget akrabnya. Senang banget bisa nambah vocab n teman di sana.
Hm, sebenarnya ada satu hal nih yang masih sulit Rei percaya. Bcoz Amel bilang kalau dia itu sepupunya Hady Mirza! Ya,ampun.. Gimana Rei ga panik coba?? Rei kan jadi jealous tau! Sapa yang ga mau jadi sepupunya Hady?? hihihihihi.. Pokoknya kalau Rei ke Singapur, Amel harus bawa Hady ketemu Rei!^^

Okay,.. Beberapa hari kemudian Rei dikenalin lagi sama gadis temannya Amel n Ali,.. Namanya Aisha. Hm, Aisha ini agak sedikit aneh buat Rei. Pertama, Rei kira dia sepantaran Rei gitu.. Bcoz omongannya seram sih^^ and, sedikit sensitif gitu kayaknya.. Ternyataa,.. Aisha masih 13 tahun! OMG "O.O"
Tapi ternyata,setelah lama berucap, rei jadi mengerti kenapa Aisha sensitif ke rei, and so on yang ga bisa rei jelasin satu - satu di sini.

Anehnya ya, mereka itu kan jauh, di Singapur, terus rei belum pernah ketemu mereka, cuma web cam and conference aja, rei juga ga tahu mereka jujur apa ga dari setiap apa yang mereka ceritain ke rei.. Namanya juga dunia maya, kita ga ngerti apa maksud mereka yang sebenarnya..
Tapi,... Kenapa ya? Rei bisa percaya aja sama mereka.. Rei bisa tenang banget kalau chat sama mereka (walau pernah juga berantem hebat).. Rei senang sekali bisa mengenal mereka, entah kenapa rei bisa percaya, bisa tulus memberi saran, bisa care ke mereka, bisa khawatir tentang mereka, pokoknya hal-hal yang sedikit mustahil tentang dunia chatting tuh bisa terjadi di rei sekarang ini.

Ini Ali,.. My dearest one^^


Ini Aisha, My cutest one^^


Dan Amel, My special one^^


Wow,.. benar-benar deh,..ga ngerti... Tapi mereka benar-benar sesuatu yang spesial buat rei,.. Semoga kita bisa bertemu secepatnya ya, dears....

nb. rei tidak tahu (atau lupa) sudah mendapat izin dari mereka belum ya menampilkan foto-foto yang ini di sini? biarlah... Paling nanti mereka juga komplain^^

Rabu, 24 Desember 2008

Guest Receiver

Wekz..hari ni jadi penerima tamu.. Hehe.. Jadi ngliat banyak orang.. Dari yang matanya ga kliatan ampe yang matanya mau keluar ada.. Haha.. dari yang jutek ampe yang ramah menyalami.. Hihi.. Senangnyaaa,,.
Raport rei.. Buh, ranking 2.. Gagal lagi kan dapet Beasiswa... Ya roda kan berputar, dah alhamdulillah kok^^ hehe.. Yang penting msh 5 besar n mudah - mudahan lolos PMDK Al - Azhar!! Judulnya guest receiver knapa jdi bahas nilai? Hihi...
Ya..gtu deh.. rei ditempatin jadi penerima tamu di Lantai 3 BL. Sama Talissa, Liska, Tiwi n Uthe. Ganti - gantian gtu nganterin para Om dan Tante yang jdi ortu atau wali murid.. Banyak yg kenal rei, tapi rei lupa mreka itu sapa (parah loe).. Rei ampe berbusa ngucapi 'Pagi/siang Om/Tante/Kak' klo mreka dateng.. And 'Makasih Om/Tante/Kak' klo mreka turun.. Weh..
Sragam para penerima tamu atasan or bawahan batik^^ Rei pake batik seatas lutut warna coklat dengan aksen warna biru n pink..uhuy! ini foto waktu di Bali, tapi wktu jdi penerima tamu rei pke jeans lagi coz belahannya ampe selangkangan.. Haha!
n.b ini rei pake hotpants lagi lho...

Lanjut! Tapi pas dah jam 10 ke atas tuh rei ngerasa mual.. mgkn krna blom mkn dr pagi.. Eneg, susah napas.. Entah karena pengaruh shock gdpt bea atau karna gerah n blom makan.. Hahahahahahahahaha.. Yasudah, itu aja dulu.. Mau Nulis formulir, n ngembaliin ke Al - Azhar.. Hihihihihih.. Doakan aku ya! (dgn gaya khas benteng Takeshi^^)

Selasa, 23 Desember 2008

S A K S I bagian 2

Pukul 21.10

Aku sudah pulang tapi Yoshiro belum. Ya, ia sedang singgah dulu ke rumahku (ngapel). Kami mendiskusikan akan nonton film apa saat kencan nanti. Tiba - tiba mama memanggilku karena ada telepon dari mamanya Nobuko..
"Halo, selamat malam. Ya, saya misaki. Ada apa, Tante? . . . . Dia tidak ke sini, Tante. Ada apa? . . . . Eh?"

Yoshiro melompat saat aku membuka pintu dengan kencang -bunyinya juga pastinya- karena aku terlalu terburu - buru setelah menerima telepon dari mamanya Nobuko.
"Ada apa, sih? Bikin kaget aja! Teleponnya lama sekali, ada apa?" Tanya Yoshiro dengan masih memasang tampang kaget.
"Yoshiro, kita harus keluar lagi."
"Eh, memangnya ada apa?"
"Nobuko nggak pulang ke rumahnya! Sejak berpisah dari kita...sampai sekarang!!" Aku tidak tahu bagaimana tampangku saat mengatakan itu ke pada Yoshiro. Aku hanya ingin menemukan Nobuko!
Aku berkata pada Yoshiro sambil mengambil Hp di atas meja belajar. "Aduh!"
"Kenapa, Misaki?"
"Aku tidak punya pulsa telepon, Yoshiro. Hanya bisa SMS."
"Aku juga tidak, Misaki. Ah, banyak telepon umum! Wartel jam segini juga masih banyak yang buka! Ayo!"


Di tengah gelapnya malam dengan sedikit lampu jalan, aku dan Yoshiro terengah - engah setelah mencari Nobuko ke rumah teman - teman.
"Huh, dicari kemana - mana nggak ada! Kenapa nggak kuantar waktu itu ya?" Desah Yoshiro menyesal. "Sekarang sudah jam berapa, Misaki?"
"Sudah hampir jam 22.00. Aneh sekali dia belum pulang jam segini." Jawabku sambil melihat jam di handphone. Mendadak aku teringat sesuatu. Oh, betapa bodohnya aku!
"Aku lupa..."
"Eh?" Yoshiro mendongak dari membungkuknya.
"Nobuko kan bawa Handphone yang baru dibelinya! Kalau kuhubingi dia pasti akan membalas. Kita bisa tahu di mana dia berada kan?" Bodoh! Kenapa aku bisa lupa kalau Nobuko sudah membeli Hp? Ini Hp pertamanya, sih, aku kebiasaan mengenalnya tanpa Hp.
"Ide bagus! Kenapa tak terpikirkan daritadi ya?"
Dengan berusaha secepat - cepatnya tanganku mengetik SMS, aku mengetik..

~ Nobuko, kau ada dmana??? ~

Tidak ada sedetik setelah mengetik tanda tanya terakhir, aku langsung mengetik SEND.
"Sudah. Tinggal tunggu balasannya."
Yoshiro mengajakku ke rumah Nobuko, "Hei! Ayo kita ke rumah Nobuko untuk bicara dengan ibunya."
"Ayo!"

Kami berdua disambut oleh mamanya Nobuko dengan ceria tanpa bisa menyembunyikan rasa cemas dari wajahnya.
"Masuk, Misaki, Yoshiro."
"Selamat malam, Tante. Maaf mengganggu."
"Tidak apa - apa, masuklah. Tante ingin bertanya tentang Nobuko."
Kami berjalan memasuki ruang tamu rumah Nobuko yang bergaya 'lesehan'.
"Tunggu sebentar, ya. Tante buatkan teh."
"Tidak usah, Tante! Kami hanya sebentar." Aku menyela buru - buru dengan alasan yang SANGAT klasik.
"Tidak apa - apa. Dasar Nobuko, ke mana saja, sih, dia?" Beliau berkata seperti itu dengan tertawa kecil sambil mengerutkan dahi.
Mungkin mamanya tidak tahu kalau akhir - akhir ini Nobuko diikuti oleh orang. Apa aku harus bicara terus terang pada mamanya?

"Jadi kalian bersama sampai jam 18.30? Dia tidak bilang akan pergi ke mana lagi?"
"Tidak, kok. Tapi tadi aku sudah mengirim SMS ke Hp-nya." Jawabku sopan.
Tiba - tiba Hp-ku berbunyi, pertanda SMS masuk. Sontak aku mengambil Hp dan Yoshiro ikut memiringkan bahunya agar bisa ikut membaca. Dari Nobuko! Isinya...

~ Aku nggak bs pulang ~

Aku dan Yoshiro berpandangan pertanda bingung. Tidak bisa pulang? Kenapa?
"Nggak bisa pulang? Aneh, mungkin dia menginap di rumah teman yang lain." Aku menerka layaknya detektif.
"Dia sudah memberi kabar, berarti dia baik - baik saja kan?" Yoshiro menyemangatiku.
"Ya, namanya juga masa puber." Mama Nobuko mengikuti alur pembicaraan. "Tante bisa mengerti kalau dia mau bebas, tapi setidaknya dia harus telepon ke rumah!" Lanjut, "Baiklah, Tante biarkan dia menginap dulu. Tapi besok harus Tante beri pelajaran!"
Aku dan Yoshiro tersenyum.
"Maaf sudah menyusahkan kalian berdua, ya. Pulanglah, sudah malam."
"Ya, Tante." Tidak terasa jam menunjukkan pukul 22.35. Termasuk kurang ajarkah bertamu ke rumah orang walau bermaksud memberikan informasi tentang 'anak hilang'?

Di jalan pulang, aku masih belum bisa berlega hati. Serasa yang meng-SMS-ku tadi bukan Nobuko. Hatiku gelisah, bahkan gandengan tangan Yoshiro pun belum bisa menenangkan hatiku.
"Misaki, dia pasti baik - baik saja. Kan sudah menjawab SMS-mu. Besok dia pasti muncul di sekolah." Ujar Yoshiro sambil merangkul bahuku. Belum bisa menenangkan hatiku.


Besoknya, di sekolah...
Nobuko tidak tampak sama sekali.
Dengan berpura - pura tenang aku menanyakan hampir semua temanku dan teman Nobuko bersama Yoshiro. Jawaban mereka...

"Nobuko? Wah, nggak tahu. Cuma lihat kemarin waktu bubar sekolah."
"Dia nggak menginap di rumahku, kok."
"Aku juga ditelepon mamanya."
"Dia bersama kalian, kan?"

Aku panik. Tapi aku hanya bisa membenamkan wajahku dengan menunduk dan bersembunyi di antara tangan - tanganku sendiri. Yoshiro Menggoreskan jari - jari ke pelipisnya seperti sedang berpikir keras.
"Yoshiro, tadi aku sudah telepon ke rumahnya, tapi kata mamanya dia juga belum pulang. Gimana nih?"
"Hei, Misaki."
"Hm?"
"Jumlah absen ijin -lebih tepatnya bolos- ku masih sedikit, nih."
"Hah?"
"Kita bolos aja, yuk?" Aku mengerti bahwa yang dimaksud Yoshiro adalah 'cabut'.
Aku harus mencari Nobuko. Karena aku semakin gelisah.

Di tengah jalan menunaikan proyek 'cabut', kami bertemu teman sekolah kami -yang ternyata juga menjalankan proyek yang sama-, Yasaka dkk.
"Yasaka, kalian lihat Nobuko?" Tanya Yoshiro. Ia tidak membiarkanku berbicara dengan 'genk cabut' itu.
"Nobuko? Wah, nggak lihat, tuh. Lho, kalian nggak sekolah?"
"Kamu sendiri kenapa nggak sekolah?" Yoshiro melemparkan pertanyaan Yasaka.
"Ah, iya juga, ya. Hahahaha" Yasaka dkk tertawa - tawa yang membuat aku kesal.
"Jangan ribut! Kalian kan bisa diandalkan, bantu kami mencari Nobuko!" Yasaka terdiam, berpikir. Tak lama bibirnya menyeringai dan hidungnya 'sumringah'.
"Apa boleh buat kalau Misaki yang minta tolong. Kalau yang lain, sih, kami nggak peduli. Ayo semuanya ikut bantu!" PErintah Yasaka kepada teman - temannya yang tengah minum -entah minum apa- dan merokok -entah isi rokok itu apa-.
"Terima kasih, ya. Kalau sudah ketemu, SMS atau telepon ke Hp-ku aja."
"Oke!" Kami pun berpencar menjadi beberapa kelompok -aku bersama Yoshiro tentunya- ke berbagai tempat yang sekiranya sering didatangi Nobuko.

Sore pun menjelang...
"Gimana, nih, Misaki. Nggak ada yang melihatnya." Yoshiro membuyarkan lamunanku.
"Sepertinya Nobuko memang diikuti."
"Masa, sih?" Yoshiro seakan tidak percaya.
Nobuko... Sudah kucari kemana - mana, tetap nggak ketemu. Waktu berlalu membuat kegelisahanku semakin menguat.
"Kenapa begini? Padahal begitu banyak orang, kenapa aku nggak bisa menemukan satu orang aja?" Sesalku.
"Hm, Misaki. Mungkin dia ke hutan. Hutan yang kalian ceritakan itu."
"Tapi kenapa dia harus kesana, Yoshiro."
"Cuma firasatku aja. Tapi, siapa tahu dengan ke sana kita bisa tahu sesuatu."
Aku berpikir.. Firasat ya? Apa yang kurasakan daritadi malam ini dinamakan firasat? Padahal aku nggak mau ke sana lagi. Tapi aku teringat kata - kata Yoshiro waktu itu, 'Firasatku seringkali jitu, tahu!'. Mungkin sebaiknya saat ini aku percaya pada Yoshiro.
"Yuk, kita ke sana."
Mungkin firasatnya memang jitu. Aku nggak mau kembali lagi ke sana. Lima hari yang lalu kami melihat lelaki aneh itu. Kami adalah saksi mata.

Hari mulai gelap. Aku dan Yoshiro menyusuri jalan pulang yang selalu aku dan Nobuko tempuh. Selalu berdua.
"Misaki, gimana Hp-mu? Ada balasan?"
"Tidak ada. Hanya balasan yang kemarin aja."
"Oh, begitu. Gerah sekali misaki. Aku mau beli minuman dingin, kamu mau?"
"Tidak terima kasih." Tidak ada nafsu minum padahal suaraku serat dan tercekat.
"Baiklah, tunggu ya."
Aku ingat, sekitar 50 meter dari sini ada bukit. Mungkin dari sana pemandangan terlihat jelas. Aku berjalan memasuki kebun panjang -bisa disebut hutan kecil- dengan pikiran menerawang kemana - mana. Saat aku menoleh aku melihat Yoshiro bertemu Yasaka di mesin penjual minumam otomatis di seberang. Wajah Yasaka menunjukkan bahwa hasilnya 'nihil'.
Aku tetap berjalan memasuki hutan mencari arah ke bukit tanpa kusadari ada seseorang di belakangku. Bisa kurasakan tiba - tiba sepasang tangan besar membekap mulutku dan membanting tubuhku ke tanah. Saat tangannya terlepas dari mulutku, aku mencoba berteriak memanggil Yoshiro. Tapi sepertinya percuma, teriakanku bersamaan dengan suara jatuhnya kaleng minuman soda -mungkin milik Yasaka- yang cukup kencang hingga aku tidak tahu apakah suaraku terpendam.
Aku panik, aku mencoba berlari secepat mungkin. Tapi dia lelaki, berbadan besar dengan baju tertutup dari leher hingga memakai sarung tangan. Ia berhasil menjatuhkanku kembali ke tanah dengan sekali rangkulan. Aku merasa tulang - tulangku patah tidak karuan. Aku memberontak, berusaha melepaskan cengkraman tangan besar ini. Sekilas kulihat wajahnya, benar. Benar, dialah cowok mencurigakan itu. Dialah yang membuntuti Nobuko dan aku. Kau kemanakan Nobuko, sialan! Ia mencekikku!
Di kejauhan, aku bisa mendengar suara Yoshiro dan Yasaka berteriak mencariku. Tapi aku sangat tercekat, suaraku tidak keluar. Aku di sini, Yoshiro..!!! Di tengah pemberontakanku, lelaki itu berbisik mengeluarkan suara yang tidak enak didengar.
"Saksi mata..harus..dilenyapkan!" Terpatah - patah karena ia juga harus mengeluarkan tenaga untuk mencekik dan menahan tubuhku agar tidak meronta. Saat aku merasa mulai kehilangan kesadaran, tiba - tiba...

~PIK PIK PIK PIK PIK!~

Bunyi itu membuat lelaki itu melompat menjauhiku. Wajahnya ketakutan. Bunyi itu berasal dari Hp di tasku, pertanda SMS masuk. Otomatis bunyi itu mengundang Yoshiro dan Yasaka menemui lokasiku sebelum sang lelaki melarikan diri. Dari jauh Yoshiro melempar lelaki itu dengan kaleng minuman soda hingga lelaki itu tersungkur.
Yasaka menghampiriku, "Kau tidak apa - apa, Misaki?"
"Tangkap dia, Yasaka!" Perintah Yoshiro masih dari jauh karena Yasaka lebih dekat dengan posisi lelaki itu. Yasaka mengambil sebilah kayu dan -kalian tahu apa yang dilakukannya-. Sementara mereka mengeluarkan suara bak - buk dari posisi agak jauh, aku mengambil Hp yang tadi cukup menyelamatkanku. Dari Nobuko! Tapi isinya...

~ ~

KOSONG? Kenapa SMS kosong? Entah ini betul atau tidak, entah apakah aku berhalusinasi, ada yang memanggilku. Aku kenal suara ini, suara yang lembut, teduh dan selalu membuatku tenang hanya dengan ia memanggilku.
"Misaki."
Aku menoleh, ke arah menuju hutan lebih dalam. Sungguh, nyatakah ini? Aku melihat sosok Nobuko tersenyum padaku. Oh, aku rindu senyum itu. Nobuko berdiri di samping pohon tanpa kurang sesuatu apapun. Ia hanya tersenyum, bahkan aku berani bertaruh bahwa ia memanggilku tadi tanpa membuka mulutnya.
"Misaki!" Yoshiro dan Yasaka datang. "Kamu baik - baik saja?"
"Yoshiro, mana orangnya?" Aku tidak punya tenaga untuk berkata.
"Sudah diamankan oleh anak buahku dan sekarang sedang dijaga oleh mereka. Sepertinya lelaki itu pingsan, tapi tenang saja." Jelas Yasaka.
"Yasaka," aku memanggilnya, "Punya pulsa? Boleh pinjam Hp-mu?"
"Boleh, mau telepon siapa?" Aku sudah mengambil Hp-nya dari tangan Yasaka.
Wajah Yoshiro berubah seperti teringat sesuatu. Aku menekan nomor yang bahkan belum sempat aku hapal karena saking barunya nomor itu diaktifkan. Tidak lama setelah kupencet CALL, terdengar ringtone dari lagu kesayangan Nobuko. Aku berlari mencari suara itu berasal. berlari dan teru berlari.
"Nobuko..."

Hiruk - pikuk mulai memadati hutan yang sebelumnya sepi itu. Polisi dan ambulan datang memadati suasana. Tidak jauh dari tubuh wanita yang dikuburkan sebelumnya, Nobuko ditemukan terbujur kaku. Hutan ini begitu dekat dengan rumahnya, tapi ia malah meninggal di sini. Terbayang ekspresi Nobuko yang ceria saat terakhir berpisah di McD.

'Eh, tapi.. Kamu nggak apa - apa pulang sendirian, Nobuko?'
'Nggak apa - apa, kok!'

Kamu bohong. Nobuko, kamu bohong! Kamu bilang tidak apa - apa! Air mataku membasahi kemeja sekolah Yoshiro karena ia sedang memelukku. Aku tidak peduli aku sesak napas, aku tidak bisa merasakan bahwa aku sedang berdiri, aku tidak bisa merasakan hangatnya dada dan tangan Yoshiro yang melindungiku.

Beberapa hari kemudian kami memasuki liburan musim panas. Menurut keterangan polisi, Nobuko meninggal karena dicekik. Pelakunya mengaku, dia membunuh Nobuko pada tanggal 10 Juli jan 19.15.
"Aneh sekali, ya. Pelakunya pasti berbohong. Kenapa 3 jam setelah pembunuhan dilakukan SMS dari Nobuko bisa masuk?" Yoshiro berujar.
Benar, menurut keterangan polisi Nobuko meninggal pukul 19.15. Tapi aku menerima SMS-nya pada pukul 22.29.
"Lalu, ini pesan dari siapa?" Lanjut Yoshiro.
Aku nggak menganggap ini aneh. Mungkin karena dia muncul dihadapanku meski telah meninggal. Pasti pesan kosong itu juga dari Nobuko. Aku juga saksi, sama seperti dia. Kalau nggak ada pesan masuk saat itu, aku pasti sudah mati. Nobuko menyelamatkanku.
"Kamu mengetik SMS untuk siapa?" Selalu Yoshiro yang berbicara...

~ Kamu ada di mana? ~

"Untuk Nobuko." Jawabku setelah menunjukkan isi pesannya. "Kira - kira sampai nggak ya?"
"Ngaco! Ibunya kan sudah bilang sama kita kalau beliau menjual Hp-nya Nobuko."
Aku hanya tersenyum. Sembari menyusuri nuansa musim panas dengan berjalan di trotoar pertokoan seperti pasangan yang lain, seketika aku melihat diriku di kaca suatu pertokoan. Aku meringis, melihat aku tengah memakai baju terusan yang kubeli bersama Nobuko. Kami berjanji akan memakai terusan ini bersama jika ke pantai nanti. Hanya saja kali ini aku memakai kaos lengan pendek di dalamnya (dan itu membuat Yoshiro sedikit kecewa).

~PIK PIK PIK PIK!~

Lamunanku buyar, kaget hingga aku melepaskan gandenganku dari tangan Yoshiro. SMS? Dari siapa? Aku tidak bisa berkata - kata, hanya terdiam dan makin lama mataku panas sehingga mengeluarkan banyak air.
Yoshiro bingung, "Misaki, ada apa? SMS kosong lagi? Kok sampai menangis? Misaki?"
Aku tidak menjawab, hanya memberikan Hp-ku pada Yoshiro agar ia membacanya. Kamu ada di sini Nobuko... Selalu di sini...
"SMS-nya sampai kan, Yoshiro?"
Yoshiro tersenyum sedih, merangkulku dan menenggelamkanku ke pelukannya sambil tangan yang satu memegang Hp-ku yang bertuliskan...

~ From : Nobuko ~

~ Aku ada di sini... ~

*End*




Original Re-make by Rei
from one wonderful title "WITNESS" in Seven Colours Myth Comics by Emura


Dari Sub-judul komik Witness dengan banyak perubahan (kecuali dialog) tanpa mengubah alur cerita dan pesan yang ingin disampaikan.

Thanks for all the readers,


Rei, the Re-maker
Leave the comment(s) please...

S A K S I bagian 1

Chiba, Jepang, Tahun 1997...

Lelah sekali jika hampir setiap hari pulang jam segini. Matahari nyaris meninggalkan singgasananya sampai - sampai aku butuh penerangan bantuan agar bisa melihat temanku, Nobuko.
"Nobuko, kalau begitu besok aku bisa memnjam Hp-mu, dong!"
"Iya,betul! Akhirnya datang juga setelah sebulan dipesan." Lagian kenapa mesti pesan? Di konter 'hape' kan banyak. Dasar, Nobuko.
"Hei, Misaki, sebentar lagi kan liburan musim panas, bagaimana kalau kita beli baju untuk ke pantai?" Hmm, sounds great.
"Boleh aja. Kemana?"
Belum sempat aku mendengar jawaban Nobuko, konsentrasiku terhalang oleh suara yang terbilang sangat aneh untuk didengar di jalan berpinggirkan kebun panjang dan di saat gelap seperti ini.
"Hei, tunggu... Apa itu?" Aku dan Nobuko mulai berjalan ke arah suara yang jika ditulis bisa dibaca 'srok srok srok'.
Tidak jauh setelah memasuki kebun -sebenarnya bisa disebut hutan-, kami melihat pemandangan yang sangat tidak lazim. Seorang -dari fisiknya sih cowok- sedang menggali sesuatu di tengah keheningan. Srok..Srok..Srok.. Kami menaik-turunkan bahu ke kiri dan ke kanan agar bisa melihat sesuatu yang akan cowok itu kubur karena terhalang tubuhnya yang -cukup- besar.
Sekilas, hanya sekilas, lalu aku dan Nobuko berpandangan. Benarkah yang kami lihat itu? Kami melihat badan -atau tubuh-, persisnya perempuan. Ya, perempuan, badan perempuan tergeletak yang arahnya membelakangi kami. Bisa kurasakan bulu kudukku meremang. Di suasana yang sangat termaram ini, rasanya aku bisa mendengar suara hati tubuh yang sebentar lagi akan masuk ke dalam tanah itu. Masih dalam keadaan syok, Nobuko menyadarkanku.
"Itu, jangan - jangan.. Iih, misaki, kita pergi yuk!" katanya setengah berbisik. "Kita tidak salah lihat, itu pasti..." Lanjutnya saat kami mulai melangkah pergi menuju jalanan.
"Mungkin cuma orang iseng yang menguburkan boneka." Ujarku menghibur diri. Tolol sekali, mana ada orang menguburkan boneka? Untuk apa? Aku sendiri heran dari sudut otak mana kata - kata itu berasal.
Saat berpaling meninggalkan cowok itu, walau aku enggak bisa melihat dengan jelas. Tapi aku bisa merasa tatapan kami bertemu. Lagi - lagi, hanya sekilas.
Firasatku kok jelek...

"Lagi ngapain?"
"Eh?" Sahut kami berdua menanggapi pertanyaan Yoshiro, teman sekelas kami. Lebih tepatnya teman dekat -yang sedikit lagi berpacaran dengan- ku.
"Aku ngomong sama kalian. Daritadi cuma bengong aja ngeliatin gerbang dari jendela. Mau nginap di kelas? Kok nggak pulang?"
"Iya, sebentar lagi..."
"Oh,ya, Yoshiro, bisa temenin kami hari ini? Mumpung pulangnya lagi cepet. Kami mau belanja. Nanti pulangnya kami traktir deh." Nobuko mengalihkan pembicaraan.
"Boleh aja. Tapi apa kalian nggak terganggu kalau ada aku?"
"Nggak apa - apa malah. Tolong ya, Yoshirou."
"Tolong? Memangnya ada apa?"

Di perjalanan... Tepatnya di ujung suatu gang.
"Kami dibuntuti..." Mulaiku. "Oleh seseorang!"
"Kalian yakin sedang dibuntuti? Gimana? Dia ada di sana?" Tanya Yoshiro penasaran sambil menungguku mengintip di balik tembok apakah cowok yang membuntuti kami itu ada di di sana.
"Kayaknya hari ini dia nggak ada. Yuk, kita pergi." Ajak Nobuko sambil ikutan celingukan.
"Memangnya kalian tahu siapa orangnya?" Yoshiro melanjutkan obat penasarannya.
"Sekali lihat kami sudah tahu, 'itu dia'! Tapi nggak tahu persis kayak apa orangnya. Kurang lebih begitu!" Jawabku agak tinggi karena kesal melihat Yoshiro seakan tidak percaya.
"Sejak kapan kalian diikuti?" Lama - lama nyebelin juga nih orang.
"Tiga hari yang lalu." Yoshiro terdiam mendengar jawabanku seperti berpikir.
Tidak perlu waktu lama bagi Nobuko memecah keheningan ini, "Mungkin ada hubungannya dengan kejadian hari sebelumnya? Orang yang tengah mengubur seseorang itu."
"Bukan cuma itu. Yang diikuti Nobuko terus!" Tambahku.
"Tuh,kan. Kalian itu saksi mata. Kita nggak bisa menjamin keselamatan kalian! Lapor polisi aja!"
"Waktu itu kami nggak yakin. Siapa tahu yang dikubur itu bukan orang!" Aku melawan saran Yoshiro.
"Kenapa kalian nggak takut sih! Firasatku seringkali jitu, tahu!"
"Payah! Sejak kapan kamu jadi tukang ramal!" Perang mulut antara aku dan Yoshiro dimulai. Nobuko mencoba melerai dengan mengucap 'hei' dan 'maaf'.
"Sana pulang kalau nggak mau temani kami!" Bentakku mulai panas.
"Tolong kalian berdua jangan bertengkar!" Setengah teriak dari Nobuko. Aku dan Yoshiro langsung terdiam dengan tatapan yang masih belum puas mengeluarkan 'bacot'. Sampai sekarang aku masih heran kenapa kami berdua gampang sekali dibujuk Nobuko. Aku hanya menjawab, "Kami...tidak bertengkar kok." Aku hanya bisa mengatakan itu. Setidaknya itu bisa membuat juru damaiku kembali tertawa tanpa muka berdosa. (Imutnyaa!!)

Sesampainya di butik -atau lebih tepatnya 'hanya' toko baju- aku dan Nobuko langsung mencari baju bertema 'summer in beach'. Tidak peduli Yoshiro masih nge-dumel tanpa ingin dumelannya itu terlihat Nobuko, ia hanya duduk berpangku tangan.
"Yoshiro. Gimana, aku pantas nggak pakai baju ini?" Tanyaku sementara Nobuko masih di dalam fitting room. Dasar Yoshiro, baru melihat aku pakai terusan bertali khas pantai saja, mukanya yang tadi bertemakan dumel, langsung berubah jadi tema 'mupeng'.
"Bagus." Hanya satu kata tapi mukanya memberikan banyak kata. Haha. Dasar cowok!
"Asyik, aku mau beli ini, ah. Cuma beda warna, lho, sama Nobuko. Mau kami pakai ke laut pas liburan musim panas nanti. Bagus, kan?"
Ekspresi Yoshiro yang tadinya mupeng berubah memberikan senyuman teduh dan tulus sambil berkata, "Iya."
Saat itu, nggak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya...

"Kayaknya nggak ada artinya aku menemani kalian hari ini." Ucap Yoshiro setelah mengerti tadinya ia bertugas sebagai bodyguard malah jadi tukang bawa belanjaan aku dan Nobuko. Kami menanggapinya dengan tertawa.
"Wah! Sudah jam 18.30!" Tukas Nobuko.
"Baru jam 18.30" Kata Yoshiro sedikit sombong. "Kenapa? Kapan lagi kan kita makan - makan di McD bertiga kayak gini?"
"Nobuko diberi jam bebas sampai jam 19.00 aja." Jelasku pada Yoshiro. "Kami antar ya?"
"Tidak usah! Kalian kan sudah temani aku tadi. Kalian masih mau jalan - jalan kan? Terima kasih sudah menemani kami, Yoshiro. Kamu antar misaki aja ya?" Tolak Nobuko sembari mengambil tas serta belanjaannya dan beranjak dari tempat duduknya.
"Eh, tapi.. Kamu nggak apa - apa pulang sendirian, Nobuko?"
Sambil berjalan pergi dan mengangkat jempolnya ia berkata, "Nggak apa - apa, kok!"


To be continued....
it will be posted tomorrow. Be patient, readers...

Minggu, 21 Desember 2008

Sekilas Tentang Twilight in My Mind

Twilighterz...

nih list Original Soundtracknya :
- Supermassive black hole_Muse
- Decode_Paramore
- I Caught Myself_Paramore
- Leave All Out The Rest_Linkin Park
- Bella's Lullaby_Carter Burwell
- Go All The Way_Perry Farrel
- Spotlight_Mutemath
- Never Think_Rob Pattinson
- The Black Ghost_Full Moon

Download aja di www.aimini.net
tpi hrs register dlu^^ bagi yg males register,minta ma rei aja.. hahaha
n yg rei tw c OST.nya br itu aja.. klo ada yg lain yg tau, kasitau rei ya!

The Best Scene according to me...
Baseball Scene..
Mustahil deh ada org maen Baseball seLEBAI itu tenaganya..
Lagunya juga penambah suasana jadi semangat (di XXI rei ga konsen nonton,malah ikutan nyanyi Supermassive^^)
N yang pasti.. Cullen's and Kale's (and Swan tentunya) terlihat sangat keren di situuu...uhuy!

The Best Statement according to me...
Edward : "And so the lion fell in love with the lamb.."
Bella : "What a stupid lamb.."
Edward : "What a sick, masochistic Lion.."
Mantaaapppp....

The best face according to me...
CARLISLE CULLEN (KYAAAAAAA....!!!!)

The best suspend according to me...
Pas Bella dijedotin, dipatahin kakinya, n kelempar dari tangan Edward gara2 JAMES...!!!

The best funny scene according to me...
Saat Jasper memandang Bella dengan tatapan 'haus'nya yang mupeng abeeezzzzz!!!!
(pas Bella maen ke humz Cullen's Famz) wkwkwwk
Alice : "maaf, dia baru saja jadi vegetarian.."
Hahihuheho...

The best passionate scene according to me...
Ya pas adegan kissing in the bed nya merekalah..
yang ngajak Edward yg nepsong Bella..BAH!

The worst feeling when i watched Twilight...
Why i didn't watch it with 'him' ??
T_T

hahihuheho...

Senin, 29 September 2008

Kecelakaan Abang di Tol Jorr

Hari Sabtu tanggal 27 September 2008 kira2 jam 10, rei lagi buka2 FS n msnan,, tiba2 ada telp n bunda yg ngangkat. Ternyata dari Abang, dia blg klo dia kclakaan di tol Jorr (Jakarta Outo Ring Road) atau yang lebih sering di sebut Jalur Lingkar Luar Jakarta tepatnya di daerah Kampung Rambutan atau Tol Simatupang. Ayah n Bunda langsung menuju kesana sdgkan rei tinggal di rumah sm pembantu (hukz..di suruh jaga humz).
Sekarang abang masih di RSUP Fatmawati,.. Gada luka luar c, tapi tulang belakangnya kegeser n kata dokter harus dioperasi. But,, berhubung ni mw lebaran, dokternya pada cuti lebaran. Jd klopun mw operasi, br bisa di atas tgl 10. Sebenernya ada alternatif lain, pake korset. Tapi makan waktu lama, lebih sakit n resikonya lbh gde..bhuh..
Sekarang, ttg kejadiannya gimana? Ni kata abang lho yaa.. Jdinya dia itu ada di jalur kanan dgn kcptn 100 (maybe lebih), tiba2 ada org mogok n nglambai2 tgn gtu.. Lagian c, udah mogok di kanan, ga ngasi lampu dim, cuma pake senter kecil and cuma ditutupin daon2 gitu lagi! Abang kaget, langsung banting stir ke kiri, di kiri ada Jazz! abg ngerem n sdkt ngbanting stir ke kanan, nabrak guard drail Tol yg di kanan,.. Mgkn dia muter2 di tengah jalan n akhirnya nabrak tembok di sebelah kiri krna terakhir posisi abang ada di tembok sebelah kiri di bawah Fly over alias terowongan. huff...

Setelah dirasa mobinya brenti, dari airbag yang pecah keluar asap! Abang kaget (lagi) dan langsung keluar mobil karena dikira mobilnya mau meledak. Pas keluar abang langsung tiarap gitu di pinggir jalan tol (eee...boleh ketawa ga ya??sssttt..ga boleh!). Dia c cuma berasa pegel doank di punggung,kyk salah bantal gitu. Ya secara pas itu dia belum tau kondisinya. Malah dia masih bisa liat2 keadaan mobil (yang bikin dia "CUMI" alias cukup miris..miris banget malah!), beres2in barang2 yang di mobil (hape, kamera digital, n uang2 kecil yang dia taro di deket dia ampe mental ke belakang), n jalan2 pas polisi dateng,..
Kurang ajarnya, pas orang jasamarganya dateng, si bapak tua (tau dah namanya sapa) langsung ngasi anggaran kerusakan jalan tol yang harus abang bayar. ga kira2, 4 juta!! ALAN bgt tuh org, bantuin dulu kek. mana disuruh bayar di tempat lagi! Ga lama, orang yang mogok tadi dateng nyamperin abang sekalian lewat krn mobilnya diderek gitu. Bapak itu nanya "Gapapa mas? Tadi saya udah ngasi tanda.." abang jawab, "iya, gapapa pak." bhah!
Akhirnya abang dibawa ke jasamarga di bawah fly over tol pondok labu (pas bgt depan CITOZ!) naik mobilnya cewenya coz dia dijemput cewenya ama ayah cewenya. Disana dia duduk aja sambil nunggu ayahbunda dateng. Setelah itu abang masih gamau di bawa ke rumah sakit, dia malah minta pulang atau di bawa ke sari asih or bakti asih aja^^tapi ayah ga mau. "Ga! ke rumah sakit sekarang, ke fatmawati aja yang di seberang!"
Sampai di UGD RSPU Fatmawati abang di rontgen dan dinyatakan tulang belakangnya bergeser yang memungkinkan dirinya untuk dioperasi. "CUMI" lagi deh dia. yang tadinya nyantai2 aja, dia jadi shock n tersugesti klo itu parah n ga pecicilan lagi deh. tiduran terus di kamar perawatan.

Ini beberapa foto mobil Toyota Yaris Bernopol B 7067 CB abang nya rei...





Sabtu, 27 September 2008

FIRST POST

Ini Posting pertama rei ya? Ahaay... Sebenernya yaa, rei msh gaptek abis sm yg namanya BLOG.. tpi mumpung lgi ada niat n mood, bkin dlu deh.. Kan ada pepatah, Allah bisa karna biasa.. bukannya mau nyamain sm Allah, tpi usaha n akhirnya nti jdi biasa boleh kan.. Hahahaha. Klo ada yang mau kasi komentar n saran,, jangan ragu ya! Biar rei jdi lbh pinter di BLOG. Rei pgn blog ini jdi tempat nyari info, berbagi cerita, cinta, gosip, semangat, hobi,.. Kamu bisa? (dah kyk kartu 3 aja c??) Yaa, ucapkan selamat untuk dirilisnya blog baru Rei ini n postingan pertamanya!! Judul Blog rei ini Your Highness wish Me ya?? artinya.. Rei pgn bgt n bermimpi jdi seorang yg dipanggil YourHighness ! ! hyahyahya... Ya paling ga jdi seorang Putri atau istri seorang pangeran gtoe?? Hahahahaha.. Nglantur deh, maap yeu.. Jyah ngapain minta maap? Orang emg bener kok arti dari Your Higness Wish ME artinya itu.. weeeee :P Yasuda,, itu dulu postingan pertama rei.. C u di postingan berikutnyaaaaa